Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 13 Februari 2014

SEJARAH - Fakta Sejarah Mengatakan 'Reenactor' Nazi Jerman Tak Harus Kulit Putih







Sebuah artikel menarik dari penggiat sejarah yang identik dengan sebutan 'Ostuf Permadi' mengingatkan kita akan sejarah di Negara Jerman kala itu, lebih tepatnya sejarah Nazi. Banyak orang di seluruh dunia menganggap tentara Nazi adalah dari kalangan orang Jerman sendiri, ternyata tidak semua orang Nazi yang tergabung dalam Wehrmacht atau Waffen-SS (SchützeStaffel) adalah seluruh bangsa turunan arya (Jerman).

Fakta sejarah berkata lain, banyak relawan (freiwilligen) yang berasal dari negara lain atau non-Jerman, seperti Afrika, India, Arab, Bosnia, Kaukasus, Eropa Timur, Jepang bahkan Indonesia. Hal ini mematahkan mitos bahwa Nazi Jerman rasis terhadap seluruh etnis.
Pria Cossack Pada Tubuh Wehrmacht Jerman



Bicara sejarah, kita juga bicara penggiat sejarah yang masih bersedia meluangkan waktu untuk hidupnya mengupas sejarah yang pernah terkubur. Banyak penggiat sejarah Nazi Jerman dianggap miring karena mengaku-ngaku sebagai ras arya atau sebagainya, karena pandangan miring itu ada beberapa ulasan dari 'Ostuf permadi' yang mematahkan pernyataan orang-orang akan sejarah yang dipandang sebelah mata.

Dalam artikelnya yang berjudul, 'DOES WAFFEN-SS REENACTMENT BELONG
EXCLUSIVELY TO THE WHITES?' Ostuf permadi mengkritisi pandangan miring orang-orang umumu yang menganggap penggiat sejarah Jerman harus orang Jerman.

Tentara Asing Nazi Non-Jerman

Menurut Permadi, ini bukan rahasia bahwa beberapa orang di barat telah mengalami masalah dengan munculnya penggiat sejarah (reenactor) Waffen-SS non - kulit putih baru-baru ini. Khususnya di daerah ini seperti Asia pada umumnya, khususnya Indonesia yang menghidupkan kembali reenactor Waffen - SS, yang telah menikmati waktu lama yang agak damai setelah perang (Status Quo), mengingat sejarah Waffen - SS itu sendiri, di mana awalnya keanggotaan ini hanya terbuka untuk orang-orang Jermanik (ras kulit putih), dan sebagian mereka dianggap telah dinyatakan bersalah (oleh pandangan umum) dari kejahatan perang Nazi - rasisme terkait dilakukan oleh organisasi Nazi tersebut.Namun, karena kebutuhan perang, Waffen - SS harus legowo menerima kebijakan rekrutmen, hingga akhirnya berubah strategi dan berkembang menjadi militer multi- etnis dan multi-nasional, mungkin dengan lebih ethnicites daripada tentara internasional lainnya dalam sejarah. Beberapa penggemar sejarah Perang Dunia II garis keras telah tegas mengklaim dengan kebijakan rasisnya, Waffen - SS bebas dari tentara berwarna, dalam kenyataannya. Namun , keadaan itu bertolak belakang dengan fakta yang ada.
Freies Indien dari India

Fakta Legiun Asing Dalam Tubuh Nazi jerman

 # INDISCHE_FREIWILLIGEN_LEGION_DER_WAFFEN_SS (Freies Indien) 
Terbentuk pada Agustus 1944 dari Heer (Angkatan Darat) Legion Freies Indien ( 950.Indische Freiwilligen - Legiun ) . Setelah transfer ke Waffen - SS , tiga personelnya tercatat telah telah mencapai pangkat perwira Letnan dan Kapten . Foto asli dan penelitian yang dipublikasikan menunjukkan Indian Sikh mengenakan tempur tunik dengan lencana Waffen -SS saat perang.
Orang India Dalam Tubuh Waffen-SS Jerman


# OSTTÜRKISCHER_WAFFEN_VERBAND_DER_SS 

Terbentuk dari 1944 hingga dibubarkan dalam divisi Heer Turkestanische Legion ( 162.Turkistan Infantri - Division )
Lambang Divisi Turki
.
Itu terdiri dari relawan dari Asia Tengah : terutama Turki , Korea , dan keturunan Mongolia , incl.Uzbeks , Kazakh , Turkomen , Dagestan dan Chechnya . Foto asli masa perang dan penelitian yang dipublikasikan menunjukkan Turkistan Asia dengan tab SS - Rune , lengan elang , dan topi Totenkopf .
Divisi Turki


# 23_SS_FREIWILLIGEN_LEGION_NEDERLAND 

Sementara SS-Niederlande Kampfgruppe (Belanda), keberadaan non - kulit putih di dalam jajarannya tampaknya telah menghindari bahkan beberapa penggemar reenactors / sejarah yang paling bersemangat . Prajurit berwarna di SS-Niederlande Kampfgruppe telah ditampilkan dalam 2 buku yang diterbitkan : " Soldier of Waffen SS : Many Nations , One Motto " dan " Waffen- SS Encyclopedia " . Menurut pernyataan peneliti / penulis Marc Rikmenspoel pada 17 Maret 2006.
Lambang SS_Belanda


"Mark Bando, peneliti Amerika, bertemu dengan Wilson Boback, yang telah berjuang di Belanda selama 'Operasi Market-Garden' pada bulan September 1944. Boback membunuh seorang tentara SS, dan kemudian mencari tubuhnya. Dia mengambil dari foto pria itu, yang adalah JELAS ORANG INDONESIA (dalam bagian SS-Niederlande Kampfgruppe). "
Orang Indonesia Dalam Tubuh Waffen SS-Jerman

Penentang telah membantah fakta ini semata-mata didasarkan pada pendapat bahwa Indonesia belum ada, maka dianggap tidak bisa bahkan tidak pernah orang Indonesia ada di unit SS Belanda, yang sesungguhnya merupakan kesalahpahaman nama. Sementara nama "Indonesia" hanya tersedia setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari koloni Belanda pada tahun 1945, sebelum itu orang Indonesia hanya dikenal sebagai "Hindia Belanda". Menurut demografi Perang Dunia II, ada 800 orang Hindia Belanda (Indonesia) yang tinggal di Belanda sebagai mahasiswa, wartawan, menteri, dan pekerja. Bantahan lain dibuat mendasarkan pada kurangnya bukti karena tidak ada "nama Indonesia" ditemukan dalam database SS-Belanda, yang jelas argumen yang lemah mengingat ada banyak contoh dari nama yang berubah kala itu, dan dokumen lengkap seluruh Perang Dunia II.


Setelah semua bukti-bukti yang luar biasa, orang akan mempertanyakan motif di balik beberapa Perang Dunia II beberapa reenactors / penggemar sejarah garis keras yang masih akan menolak untuk menerima kenyataan bahwa ADA tentara ditandai dengan SS-rune/ patch pada tab kerah mereka! Setelah semua, apa jenis luka telah akan disebabkan oleh non-kulit putih ini dalam reenactors Waffen-SS? Merusak citra sempurna tentang ras "Aryan" yang merupakan pedoman Ras Nazi? Atau sebaliknya, dengan melemparkan lebih reenactor ras non-kulit putih Waffen-SS ke dalam persamaan, akan membantu sharing pengetahuan sejarah kepada masyarakat umum sebagai sarana belajar, membantu orang melihat bahwa Waffen-SS seperti itu benar-benar sesuai fakta, sebuah unitmiliter multi-etnis dan multi-nasional.
Ostuf Permadi
(Ostuf Permadi/tams)


Jangan Lupakan SEJARAH, JASMERAH...!!!

Rabu, 20 November 2013

SEJARAH - Dinasti Sanjaya Sesungguhnya Tidak Ada...?

Sering kita dengar dalam pelajaran sejarah di sekolah, masyarakat diajarkan bahwa pada masa sejarah klasik terdapat dua dinasti di Jawa: Sanjaya dan Sailendra. Namun tafsir-tafsir terkini menyatakan hal itu keliru.

 
Pengunjung memotret arca Bodhisattwa Avalokiteswara dari masa Sriwijaya yang dipamerkan di National Museum, Bangkok. Arca-arca semacam ini digolongkan sebagai "srivijayan art" di Thailand, walaupun lebih tepat dikatakan berlanggam Sailendra (Reynold Sumayku/ngi).

Jakarta, LP - Wangsa (Dinasti) Sanjaya disebutkan sebagai pemeluk agama Hindu Siwa, sedangkan Wangsa Sailendra pemeluk Buddha Mahayana. Salah satu peninggalan terpenting Wangsa Sanjaya adalah Candi Prambanan. Adapun warisan Wangsa Sailendra yang terutama adalah Candi Borobudur.
Pengetahuan tentang adanya dua wangsa di Jawa itu diawali oleh teori-teori yang dikembangkan oleh para ahli bangsa asing pada masa kolonial. Sebutlah misalnya FH van Naerssen, Bosch, George Coedes, W.F. Stutterheim, serta JG de Casparis.
Menurut para ahli tersebut, terutama Stutterheim, menunjuk isi prasasti Mantyasih (Balitung) sebagai dasar teorinya. Prasasti bertarikh tahun 907 yang ditemukan di daerah Magelang itu berisikan nama-nama raja Mataram sebelum Raja Balitung. Oleh Stutterheim, prasasti Balitung dianggap berisikan silsilah Wangsa Sanjaya.
Pengetahuan tentang dua dinasti itu terus diajarkan selama puluhan tahun di sekolah-sekolah. Akan tetapi, sebenarnya hal tersebut keliru. Ahli-ahli Indonesia seperti Poerbatjaraka dan Boechari, sejak tahun 1950-an telah memberikan koreksi. Dinasti penguasa Jawa pada masa sejarah klasik hanya satu, tulis mereka. Namun, hingga kini, rupanya koreksi dari mereka kurang didengar.

“Sejarah memang perlu dikoreksi,” ucap ahli arkeologi Bambang Budi Utomo dari Pusat Arkeologi Nasional.

“Kalau kita bicara tentang adanya satu atau lebih dinasti yang berkuasa di Mataram, maka yang dimaksud ialah ‘yang berkuasa sebagai maharaja’,” tulis Boechari, ahli epigrafi terkemuka Indonesia, dalam suatu makalahnya. Menurut Boechari, di Jawa pada masa Mataram Kuno terdapat banyak raja-raja kecil sebagai penguasa lokal. Mereka memiliki silsilahnya sendiri-sendiri. Karena itu, Boechari berpendapat, isi prasasti Mantyasih bukanlah silsilah Wangsa Sanjaya.
Poerbatjaraka dan Boechari berpendapat, dinasti penguasa Jawa pada masa klasik hanyalah Wangsa Sailendra. Rakai Sanjaya pun termasuk bagian dari Wangsa Sailendra walaupun ia beragama Hindu. Beberapa prasasti diajukan oleh ahli-ahli ini sebagai buktinya.
“Sejarah memang perlu dikoreksi,” ucap ahli arkeologi Bambang Budi Utomo dari Pusat Arkeologi Nasional. “Karena sebenarnya istilah Wangsa Sanjaya itu tidak pernah disebutkan dalam prasasti manapun. Yang disebutkan berkali-kali hanyalah Wangsa Sailendra,” tegasnya.
Bagaimana sebenarnya asal mula Sailendra sebagai satu-satunya dinasti penguasa Jawa pada masa klasik? Apakah kaitan keluarga ini dengan Sriwijaya? Para ahli Indonesia masa silam hingga sekarang—mulai dari Poerbatjaraka, Boechari, hingga Bambang Budi Utomo menjelaskannya dalam kisah mengenai Sriwijaya di majalah National Geographic Indonesia edisi Desember 2013. Sayangnya, salah satu bukti bahwa dinasti penguasa Jawa hanya ada satu, sekarang sudah raib. (tams/ngi)





Minggu, 17 November 2013

GALERI - Membingkai Pasar Petanahan Dengan Kamera Ponsel

Kebumen, LP - Kebanyakan orang berpikiran untuk menghasilkan karya foto yang bagus harus menggunakan kamera Digital Single Lens Reflection (DSLR), yaa bahasa gampangnya kamera 'eseler'.
Tidak harus dari kamera seperti itu, manfaatkan saja ponselmu untuk mengabadikan momen-momen unik atau menarik, apalagi yang mempunyai nilai berita.

Kalau menurut mimin sih, tidak perlu alat yang mahal untuk mengabadikan gambar, tetapi momen dan kemampuan kita untuk membingkai gambar foto.
Gambar yang bagus biasa, jika sang fotografer mampu melakukan fotologi sebelum berfotografi. Karena, dengan sudut pandang dari lensa terbaik yang diciptakan Alloh Swt yaitu mata, kita bisa merekam secara memori sudut pandang yang sedap dilihat, sebelum mengeksekusi menggunakan kamera.

Di kesempatan Minggu ini (17/11), mimin berkesempatan blusukan (kalau istilah Jokowi), di sebuah pasar darurat kecil di Desa Petanahan, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah.

Yuuk monggo dinikmati seadanya:
Suasana Pasar Darurat Petanahan, dari selatan jalan desa.
"Silahkan mas, beli tahunya," ucap seorang ibu-ibu pedagang tahu.
Gundukan kubis.
Akhirnya Warsino (37), mendapatkan pasien pertamanya di lapak cukurnya yang berdinding bilik.
'restu Biyunge' (Restu Ibunda)
Mengintip pedagang daging.
Memilih dan menunggu dengan setia.
Senyum Ibu pedagang kacang rebus.
Mainan anak, atau mainan nenek...? Cucu ikut saja, heheee
'Saya dan dagangan saya...
Ikut ibu belanja ke pasar
Yang khas dari pasar yang pasti transaksi dan tawar menawar.
Gula merah saya semanis saya loooh....
Tidak hanya di dalam pasar, transaksi juga dilakukan di luar pasar, bagi beberapa pedagang kulakan seperti Ibu Saringah (kanan)

Naskah dan Foto: Ullifna Tamama



JAGAD UNIK - Bajak Laut Somalia Ternyata Takut Sama Britney Spears

Kebumen, LP - Hingga saat ini perairan lepas pantai Somalia masih dikategorikan 'angker' bagi para pelaut. Perompak bisa muncul tiba-tiba, memanggul senapan mesin, dan berbekal granat. Kapal-kapal bisnis atau kargo milik para saudagar diicar dan dihadang.

Lalu, muatan dikuras -- dan sebenarnya bukan itu tujuan utama mereka. Para perompak lebih senang menjadikan kapal dan awaknya sandera, demi uang tebusan yang nilainya tak main-main. Jay Bahadur, penulis buku 'Pirates of Somalia' mengungkap, ransum yang dituntut para bajak laut bisa mencapai puluhan juta dolar.

Sejumlah operasi militer dilakukan untuk menumpas mereka, atau setidaknya mencegah aksi para perompak. Dan Angkatan Laut Inggris punya 'senjata rahasia' unik tapi jitu: menyetel lagu-lagu Britney Spears dengan volume paling keras. Cara itu ternyata efektif untuk menakut-nakuti para perompak.
Lantas, apa hubungannya Britney Spears yang seksi begitu menakutkan bagi para bajak laut?
Ternyata tak ada hubungannya dengan sosok penyanyi pop itu. Menurut perwira AL Inggris, Rachel Owens, itu lebih karena antipati para perompak terhadap budaya Barat.
"Mereka tak tahan dengan budaya Barat atau musiknya. Membuat lagu-lagu Britney sempurna untuk dimainkan," kata dia seperti dimuat Daily Mail, 29 Oktober 2013.
Rachel, yang bertugas di supertanker di lepas pantai timur Afrika menambahkan, lagu-lagu seperti "Baby One More Time" dan "Oops! I Did It Again" ampuh untuk mencegah aksi pembajakan dan penculikan.

"Lagu-lagu Britney dipilih oleh tim karena diduga itu yang paling dibenci bajak laut," kata Rachel.
Kapal-kapal di wilayah tersebut sering menjadi incaran para perompak. Salah satu kasus yang mengemuka terjadi pda 2009, ketika kapal kontainer seberat 17.000 ton milik Maersk Line dibajak oleh perompak Somalia, 20 krunya ditawan, saat berlayar dari Salalah, Oman menuju Pelabuhan Mombassa, Kenya lewat Djibouti.

Pada 2011, ada 176 serangan kapal oleh geng asal Tanduk Afrika. Yang teranyar terjadi Kamis pekan lalu, para bandit menyerang kapal penyuplai minyak di lepas pantai Nigeria dan menculik kapten serta juru mesinnya.
Karena menganggap keberadaan para bajak laut sebagai ancaman, Angkatan Laut Inggris mengerahkan 1.500 pelaut di 14 kapal perang untuk menggelar patroli di perairan.
Rachel Owens, yang bertugas memandu kapal melalui perairan rawan mengatakan, pengeras suara diarahkan ke arah para perompak, agar tak mengganggu kru.

"Cara ini efektif, kami jarang merasa perlu mengeluarkan tembakan," kata perempuan 34 tahun asal Gartmore itu. "Sekali dikejutkan Britney, mereka langsung tunggang langgang."
Sementara, Steven Jones dari Asosiasi Keamanan untuk Industri Maritim mengatakan, "para perompak akan melakukan apa saja untuk menghindari musik itu," kata dia.
Sejauh ini belum ada komentar dari Britney soal 'keampuhan' musik dan suaranya itu.

Pembajakan Turun
Britney mungkin salah satu alasan angka pembajakan di lepas pantai Somalia dan sekitarnya turun tahun ini.
Seperti dikutip dari New York Post, pada semester pertama tahun 2013, hanya ada serangan bajak laut Somalia. Demikian data International Maritime Bureau (IMB).

Sementara itu, perairan Indonesia telah mengalami lebih dari 50 persen lonjakan serangan bajak laut pada periode yang sama. Dari 48 serangan yang dilaporkan, 43 melibatkan aksi perompak menaiki kapal dan menyerang kru, kata IMB.

Juga telah terjadi lonjakan pembajakan di lepas pantai Afrika barat, dengan serangkaian serangan kekerasan tahun ini. Dalam insiden terbaru, perompak menyerang sebuah kapal komersial di dekat pantai Nigeria dan menculik dua pelaut AS pekan lalu.
(nypost.com)


Foya-foya Ala Bajak Laut
Menjadi perompak adalah lapangan kerja baru bagi para generasi muda Somalia. Sekaligus jalan pintas menuju hidup mewah bergelimang harta.
Inilah gaya hidup perompak Somalia: rumah besar, mobil keren, perempuan cantik, dan narkotika -- yang dikecam baik tokoh agama maupun penduduk desa.
Uang pun mengubah wajah Somalia. Sebuah jalan beraspal membelah kota Bossaso, hotel-hotel baru, dan bangunan anyar berbaris di pinggir-pinggirnya. Mobil SUV dan kendaraan mewah buatan Asia lalu lalang di jalanan. Lagu Amerika, Somalia, dan India menderu dari tape mobil.

Sistem kredit baru berlaku, para bajak laut tak perlu membayar tunai jika membeli barang. Mereka dibolehkan mengambil barang secara kredit, dengan harga tinggi, dan melunasi utang mereka jika uang tebusan sudah di tangan. Tak ada lagi adu ngotot tawar menawar harga, para pedagang ketiban untung karena banyak orang tak mau diberi uang kembalian.
Sistem perkawinan juga telah dipengaruhi oleh bajak laut dengan kantong tebal. Ratusan mobil mengawal pengantin ke lokasi resepsi, rumah pengantin baru penuh sesak dengan perabot mahal, dan mempelai wanita memakai perhiasan emas mahal. Ribuan dolar dibayarkan kepada keluarga pengantin sebagai mas kawin.
Kata dia, kebanyakan bajak laut punya tiga atau lebih istri. jumlah mereka tergantung pada jumlah jarahan. Menikahi bajak laut telah menjadi mimpi bagi sebagian besar perempuan lokal.

Para bajak laut menikmati kenyamanan tidak dapat diakses warga Harardhere lain. Rumah-rumah mereka adalah satu dari segelintir tempat tinggal yang dialiri listrik, menggunakan generator yang dicuri dari kapal.
"Wanita membutuhkan cinta dan uang, dan bajak laut punya uang, dan mereka menunjukkan cinta mereka," kata Khabibo Salad, istri seorang bajak laut seperti dimuat Al Jazeera. (tams/aljazeera/ny.post)

Selasa, 18 Juni 2013

LINGKUNGAN - Buang Sampah Di Sungai Warisan VOC ?

Tradisi mengotori kanal dengan limbah rumah sudah ada di Batavia sejak abad ke-17. Hasilnya, masalah saluran air di Jakarta hingga menimbulkan banjir, sebagian besar adalah sampah......

Sampah yang mengendap di tepian Sungai Ciliwung. (Ullifna Tamama)

Jakarta, LP - Sampah merupakan masalah yang pelik di Ibu Kota Jakarta. Hampir tiap tahun Jakarta menjadi langganan banjir, dan faktor terbesar selain minimnya daerah resapan air tetapi juga timbul dari kebiasaan masyarakat membuang sampah.

Seperti yang dirasakan Sunaryo, yang kesehariannya menjadi petugas pengendali Pintu Outlet di Cipinang Besar Selatan. Petugas penjaga pintu air banjir Kanal Timur (BKT) yang baru diresmikan 2011 silam mengakui, mulut saluran aliran keluar yang menuju Sungai Cipinang itu mulai mendangkal dan penuh sampah. Dari anjungan pintu air itu kami bisa menyaksikan aneka bungkus plastik mie instan, plastik pembungkus belanja, hingga bak mandi plastik yang kandas tengkurap.

“Di Jakarta menghilangkan sampah itu sangat sulit,” kata Sunaryo. “Kesadaran orang-orang di sini sangat susah.”

“Orang membuang sampah ke kali itu paling enak: Begitu dilempar sudah hilang,” ujar Sunaryo dengan kesal. “Sedangkan mengangkatnya lebih susah.”

Imbauan untuk tidak membuang sampah di sungai sekadar gembar-gembor. Tetap saja sampah menumpuk di pintu airnya. Kalau kanal tidak dibersihkan selama sebulan, alat ekskavator pun perlu turun mengangkut. “Kalau tenaga orang saja kewalahan.”

Terdapat lima sungai yang aliran dan sampah yang menyertainya ditampung oleh KBT. Dalam perjalanannya menuju muara sampah-sampah itu tersangkut di pintu-pintu outlet dan pintu bendung gerak.

Di kesempatan berbeda, saya bertanya soal sampah kepada Mona Lohanda, seorang peneliti sejarah Jakarta dan arsiparis di Arsip Nasional Republik Indonesia. Mona mengisahkan sebuah plakat bertahun 1630 yang berisi aturan yang dikenal sebagai negenuursbloemen—kalau diterjemahkan bebas artinya bunga-bunga jam sembilan.

Aturan yang dibuat Dewan Hindia—di dalamnya termasuk Gubernur Jenderal VOC—itu mengizinkan warga Kota Batavia untuk membuang sampah ke kanal kota setelah pukul 21.00. “Kata 'negenuurbloemen' itu pemanisan dari aturan membuang kotoran manusia dari rumah tangga di dalam tembok kota,” ungkapnya.
Di dalam buku Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia, Mona pernah menulis, “Sampah rumah tangga pun ikut dibuang ke kali, karena aturan membuat dan menempatkan bak sampah di muka rumah baru dikeluarkan pada pertengahan abad ke-19.”

Menurut Mona, aturan tersebut terus berlaku lantaran kakus baru ditemukan di Eropa pada abad ke-19 pula.Tampaknya aturan zaman VOC itu berlanjut ratusan tahun, bahkan hingga hari ini.
Kini, Sunaryo boleh sedikit berlega. Kampung di sekitar pintu airnya sudah mengusahakan untuk menunjuk petugas pengumpulan dan pengangkutan sampah di setiap rumah.  Namun, tiba-tiba terlintas di benaknya tentang teman-temannya para petugas kebersihan KBT. “Tetapi, kalau kanal bersih, lalu yang biasa bersihin kanal kerjanya apa?” (tams/ngi)

JAGAD UNIK - Wow, Cerita Rakyat Bali Jadi Komik Murid TK Di Jepang

Jakarta, LP - Komik berisi cerita rakyat Bali yang diterbitkan Sanggar Bona menjadi bacaan para murid taman kanak-kanak (TK) di Jepang.

"Ide menerbitkan komik ini bermula dari murid kami yang berkewarganegaraan Jepang Akiko Nozawa. Dia berniat memperkenalkan cerita-cerita rakyat Bali di negaranya," kata I Gusti Ngurah Adiputra selaku pemimpin Sanggar Bona di Desa Bona, Kabupaten Gianyar, Minggu (16/6).

Komik tersebut menceritakan kisah klasik rakyat Bali yang akrab di telinga anak-anak pada era 1970-an, seperti Sang Cangak, Sang Mong, I Bawang lan I Kesuna, Ii Lutung, dan Sang Kancil.
Menurut Adiputra, muridnya yang kini tinggal di Nagoya, Jepang, itu ingin merevitalisasi dan menyelamatkan sastra Bali melalui cerita-cerita klasik yang diperkenalkan kepada anak-anak di Jepang sejak dini.
Komik-komik itu kini telah tersebar di 77 unit TK di Jepang, terutama di wilayah yang pernah diterjang gelombang tsunami, seperti Iwate, Miyagi, dan Fukushima.

Di Bali, komik-konik itu juga telah disumbangkan pada 24 unit TK yang tersebar di Bona, Blahbatuh, dan Pering (Kabupaten Gianyar), Legian, dan Kuta (Kabupaten Badung).
"Penerbitan komik itu bersifat nirlaba. Tentu ada kepuasan batin tersendiri sehingga kami sampai saat ini tak berniat menjual komik tersebut," katanya.

Beberapa orang dilibatkan dalam pembuatan komik itu, di antaranya Ni Gusti Made Rai Sumadi dan I Gusti Agus Susana sebagai pengolah cerita.
Ilustrasi tokoh Hanoman dalam komik versi Jepang. (sumber: blog.weigy.com)
Selain itu I Wayan Sumita dan I Wayan Asin Sudira selaku juru gambar, serta Arya Dwi Bahagia Putra sebagai editor.
(tams/ant)

Selasa, 04 Juni 2013

SEJARAH - "Little Willie" Asal Mula Ditemukan Tank Tempur

Little Wille (historywiz)





Agar proyek pembangunan tank itu tidak diketahui musuh, para teknisi yang bertanggung jawab membangun Little Willie diperintahkan untuk mengatakan ke publik bahwa mereka hanya membangun kendaraan untuk mengangkut air ke medan perang. Kendaraan itupun diberikan label bertulisan "Tank" (tanki air).....

Jakarta, LP - Pada 6 September 1915, muncul prototipe kendaraan lapis baja di Inggris yang bernama Little Willie. Kendaraan lapis baja yang berbobot 14 ton yang mudah terjebak di parit dan memiliki kecepatan hanya dua mil per jam.

Dalam sejarahnya, Inggris membangun tank itu untuk berperang di Perang Dunia I. Ide pembangunan kendaraan lapis baja itu tidak luput dari pernanan seorang kolonel bernama Ernest Swinton dan William Hankey.

Swinton dan Hankey memiliki ide, Inggris harus berjuang untuk menerobos garis pertahanan musuh, dan menjelajahi wilayahnya di jalur darat. Setelah mereka mengutarakan idenya ke Menteri Angkatan Laut Winston Churchill mereka pun mulai membangun prototipe ini.

Agar proyek pembangunan tank itu tidak diketahui musuh, para teknisi yang bertanggung jawab membangun Little Willie diperintahkan untuk mengatakan ke publik bahwa mereka hanya membangun kendaraan untuk mengangkut air ke medan perang. Kendaraan itupun diberikan label bertulisan "Tank" (tanki air). Demikian dilansir dari History.com, Jumat (19/4/2013).

Gerakan Little Willie di medan tempur dinilai sangat lamban. Kendaraan lapis baja itu juga mudah panas dan tidak mampu menyeberangi parit.

Hingga pada akhirnya Inggris memutuskan untuk membangun Big Willie pada 1916. Prototipe kedua ini dinyatakan lebih siap tempur daripada pendahulunya Little Willie. Big Willie bergabung dalam pertempuran pertamanya di dekat Courcelette, Prancis pada 15 September 1915.

Namun sisi kelemahannya, Big Willie keluaran pertama juga memiliki mesin yang cepat panas, berisik, dan sangat berat. Kendaraan itu cepat mengalami kerusakan saat berada di medan perang.

Meski demikian, lama kelamaan militer pun makin sadar akan pentingnya kehadiran tank di medan perang. Tank pun menjadi instrumen perang yang sangat penting di era Perang Dunia II. (History.com/tams)
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Silahkan Yang Mau Sharing"